BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 11 JANUARI 2026 • 16:35 WIB

Kemenag Memprediksi Perbedaan Penetapan Awal Ramadan 2026, Tunggu Sidang Isbat

Kemenag Memprediksi Perbedaan Penetapan Awal Ramadan 2026, Tunggu Sidang IsbatKemenag Memprediksi Perbedaan Penetapan Awal Ramadan 2026, Tunggu Sidang Isbat

Kementerian Agama (Kemenag) menginformasikan kemungkinan perbedaan dalam penetapan tanggal awal puasa Ramadan 1447 Hijriah. Penentuan resmi akan menunggu sidang isbat yang dijadwalkan mendatang.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Thobib Al Asyhar, mengungkap bahwa kalender Hijriyah mencatat awal Ramadan jatuh pada 19 Februari 2026, sedangkan sidang isbat akan dilaksanakan pada 17 Februari 2026.

Kondisi Awal Ramadan 1447 Hijriah

Potensi perbedaan penetapan awal puasa Ramadan 1447 Hijriah menjadi perhatian Kemenag. Hal ini disampaikan Thobib Al Asyhar dalam konferensi pers yang berlangsung pada Minggu (11/1/2026) di Jakarta.

Dalam kalender Hijriyah resmi yang diumumkan pemerintah, awal Ramadan ditetapkan pada 19 Februari 2026. Namun, keputusan akhir akan ditentukan melalui sidang isbat yang bertujuan untuk mendapatkan kepastian.

Kemenag tetap mengutamakan pelaksanaan sidang isbat meskipun terdapat maklumat dari organisasi masyarakat (ormas) seperti Muhammadiyah yang menyebutkan awal Ramadan mereka adalah pada 18 Februari 2026.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan

Sidang Isbat dan Perbedaan Penetapan

Sidang isbat merupakan momen penting yang akan dijadwalkan untuk menentukan awal Ramadan secara resmi. Thobib menegaskan, "Dalam praktiknya, perbedaan ini sudah menjadi hal yang biasa terjadi di Indonesia."

Meskipun terdapat perbedaan, Kemenag berkomitmen untuk menjaga kesatuan dan kerukunan masyarakat. Masyarakat diimbau untuk mengikuti keputusan yang diambil pemerintah demi menjaga persatuan.

Thobib berharap semua pihak dapat memelihara ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah. Ia menyebutkan, "Jika ketidakpastian tidak dapat dihindari, kami meminta semua pihak untuk tetap menjunjung tinggi kerukunan."

Pengaruh Maklumat Ormas Terhadap Publik

Maklumat yang dikeluarkan oleh ormas, seperti Muhammadiyah, berpotensi besar mempengaruhi keputusan masyarakat mengenai awal puasa. Setiap ormas biasanya memiliki pendekatan dan pemahaman yang berbeda dalam menentukan awal bulan di kalender Hijriyah.

Thobib menegaskan, "Meski begitu, Kemenag tidak menutup kemungkinan bagi siapapun untuk mengikuti awal Ramadan sesuai keyakinan masing-masing. Kami mengedepankan toleransi antarumat beragama."

Hal ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kerukunan meskipun ada perbedaan pendapat dalam penetapan tanggal awal puasa.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Kemenag Memprediksi Perbedaan Penetapan Awal Ramadan 2026, Tunggu Sidang Isbat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!