Di tengah pergeseran cara bekerja akibat pandemi, banyak individu yang kini menghadapi masalah kesehatan akibat kurangnya aktivitas fisik. Duduk berlama-lama di depan layar komputer menjadi rutinitas yang berisiko bagi kesehatan fisik dan mental.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Dari postur tubuh yang buruk hingga dampak kesehatan jangka panjang, kurang gerak menjadi isu penting bagi pekerja remote. Artikel ini akan membahas lebih dalam mengenai konsekuensi dari terlalu lama terjebak di kursi kerja.
Tantangan Fisik di Era Kerja Remote
Bekerja dari rumah menawarkan kenyamanan yang diidamkan banyak orang, tetapi tanpa disadari, rutinitas ini dapat berujung pada masalah kesehatan. Aktivitas yang biasa dilakukan saat bekerja di kantor, seperti berjalan ke ruang rapat dan berinteraksi dengan rekan kerja, kini tergantikan oleh waktu berjam-jam duduk di kursi.
Berdasarkan studi terbaru, individu yang minim bergerak selama periode kerja remote memiliki risiko kesehatan yang lebih tinggi, termasuk obesitas, diabetes, dan penyakit jantung. Organisasi kesehatan dunia juga merekomendasikan agar pekerja bangkit dan bergerak setiap setengah jam untuk mencegah masalah kesehatan yang lebih serius.
Selain itu, postur yang buruk juga sering kali menjadi masalah. Duduk dalam waktu lama tanpa pengaturan yang baik dapat memicu nyeri leher, punggung, dan gangguan ortopedi lainnya.
Baca juga: Desta Ikut Dukung ‘Tuntutan 17+8’ untuk Keadilan dan Aspirasi Masyarakat
Dampak Mental dari Kurang Gerak
Kesehatan mental pun tidak luput dari dampak kurangnya aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang cukup dapat meningkatkan mood dan meredakan perasaan stres atau kekhawatiran yang mungkin melanda pekerja remote.
Sebuah studi menunjukkan bahwa mereka yang berolahraga secara rutin merasa lebih bahagia dan produktif. Namun, saat pekerjaan menjadi prioritas, olahraga kerap terabaikan, yang berdampak pada kesehatan mental.
Tak hanya itu, isolasi sosial yang dialami saat bekerja dari rumah dapat memperburuk situasi mental. Tanpa interaksi yang memadai, rasa kesepian dan tekanan emosional bisa meningkat, menciptakan siklus negatif yang sulit untuk diatasi.
Solusi untuk Meningkatkan Aktivitas Fisik
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk meningkatkan aktivitas fisik meskipun bekerja dari rumah. Salah satunya dengan mengatur pengingat untuk beristirahat dan bergerak, seperti berjalan-jalan di dalam rumah setiap satu jam sekali atau melakukan peregangan.
Mengatur ruang kerja yang ergonomis juga sangat membantu dalam memperbaiki postur saat bekerja. Memastikan bahwa kursi dan meja yang digunakan mendukung posisi duduk yang baik dapat mengurangi ketegangan otot.
Selain itu, memanfaatkan waktu luang untuk berolahraga, seperti menjadwalkan sesi workout, yoga, atau sekadar berjalan di luar rumah, dapat membantu menjaga kesehatan. Kesehatan adalah investasi, dan kesiapan untuk tetap aktif adalah langkah penting menuju hidup yang lebih baik.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: