Puasa adalah waktu yang dinanti banyak orang, tetapi tantangan dehidrasi sering kali menyertai. Menjaga tubuh tetap terhidrasi selama berpuasa adalah hal yang penting untuk memastikan kesehatan dan stamina.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Banyak orang mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan cairan saat berpuasa. Artikel ini memberikan beberapa strategi untuk menghindari dehidrasi selama bulan puasa.
Pilih Minuman yang Tepat
Di waktu sahur, memilih jenis minuman dapat membuat perbedaan signifikan. Teh herbal dan air kelapa adalah pilihan yang baik karena mengandung elektrolit alami yang membantu menjaga hidrasi.
Sebagai catatan, menghindari minuman berkafein seperti kopi dan soda pada saat sahur sangat disarankan. Kafein dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Konsumsi Buah dan Sayuran
Sumber air alami terdapat dalam sejumlah buah dan sayuran. Buah seperti timun, semangka, dan jeruk mengandung banyak air dan dapat memenuhi kebutuhan cairan harian.
Selain itu, sayuran seperti selada dan bayam cukup bergizi dan masukkan dalam hidangan sahur dapat meningkatkan asupan cairan dan juga makronutrien yang dibutuhkan tubuh.
Atur Pola Makan Saat Berbuka
Pola makan yang tepat saat berbuka puasa juga sangat penting untuk pencegahan dehidrasi. Mulailah berbuka dengan air dan makanan ringan sebelum beralih ke hidangan berat.
Makanan berkuah seperti sup sangat dianjurkan untuk menambah asupan cairan setelah seharian berpuasa. Memberikan jeda antara buka puasa dan makan utama juga membantu tubuh dalam proses pencernaan yang lebih baik.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: