Shio adalah sistem zodiak yang telah berakar selama ribuan tahun di budaya Tiongkok. Setiap tahun diwakili oleh hewan yang dianggap berpengaruh pada nasib dan kepribadian seseorang.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Tradisi ini tetap relevan, terutama di kalangan komunitas Tiongkok di Indonesia. Menghitung shio pun dilakukan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami.
Apa itu Shio?
Shio, yang berasal dari bahasa Mandarin 'Shēngxià', berarti 'kelewatan'. Setiap tahun dalam siklus yang terdiri dari 12 hewan, mulai dari Tikus hingga Babi, memiliki karakteristik dan sifat tertentu.
Masyarakat Tiongkok meyakini bahwa hewan yang merepresentasikan tahun kelahiran berpengaruh besar terhadap sifat dan nasib mereka. Sebagai contoh, orang yang lahir di tahun Macan dianggap memiliki sifat berani dan penuh semangat.
Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Sejarah dan Makna Shio dalam Budaya Tiongkok
Sistem shio muncul sejak Dinasti Zhou dan kaya dengan makna simbolis. Setiap hewan dalam shio mencerminkan karakteristik spesifik yang sering dihubungkan dengan sifat alami hewan tersebut.
Shio sering digunakan dalam berbagai konteks, seperti penentuan waktu pernikahan dan perencanaan acara penting. Banyak individu yang mencari tahu shio mereka untuk memahami sifat serta kegiatan yang tepat bagi mereka.
Cara Menghitung Shio
Menghitung shio adalah aktivitas yang cukup mudah. Pertama, Anda harus mengetahui tahun kelahiran dan membagi tahun tersebut dengan 12 untuk mendapatkan sisa pembagian.
Misalnya, jika Anda lahir pada tahun 1992, pembagian tahun tersebut dengan 12 akan menghasilkan sisa 8. Sisa ini berkaitan dengan shio Monyet, yang memiliki karakteristik khusus yang dipercayai.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: