Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa pola makan Mediterania dapat mengurangi risiko stroke yang signifikan, terutama bagi perempuan yang memasuki masa menopause.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia
Perempuan yang menjalankan diet ini tercatat memiliki risiko stroke hingga 18 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak mengikuti pola makan sehat tersebut.
Memahami Diet Mediterania
Diet Mediterania berfokus pada konsumsi sayur dan buah dalam jumlah tinggi, serta mengutamakan kacang-kacangan dan biji-bijian, dengan minyak zaitun sebagai sumber lemak pokok.
Pola makan ini juga mengutamakan ikan sebagai sumber protein hewani utama serta membatasi konsumsi daging merah dan produk susu.
Dikenal akan tinggi serat, antioksidan, dan lemak sehat, diet ini diyakini memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Hasil Temuan Penelitian
Penelitian ini melibatkan lebih dari 105 ribu perempuan dari California Teachers Study yang telah diikuti sejak 1995, dengan partisipan berusia antara 38 hingga 67 tahun.
Setelah 20,5 tahun tindak lanjut, perempuan yang menerapkan diet Mediterania mencatatkan penurunan risiko stroke secara keseluruhan sebesar 18 persen, di mana penurunan yang lebih signifikan terlihat pada stroke iskemik dan hemoragik.
Dokter Andrew Freeman, seorang ahli kardiologi, menegaskan, "Ini bukan hal yang mengejutkan, sudah banyak bukti bahwa pola makan berbasis nabati utuh dan rendah lemak sangat baik untuk mencegah penyakit jantung dan otak."
Relevansi bagi Perempuan yang Memasuki Menopause
Dr Sophia Wang, penulis studi, menekankan bahwa risiko stroke meningkat pada perempuan selama dan setelah masa menopause.
"Studi ini menunjukkan ada hal yang bisa dilakukan untuk meminimalkan risiko itu, salah satunya dengan diet sehat seperti Mediterania," ujarnya.
Meskipun ada keterbatasan dalam penelitian ini, seperti tidak melacak perubahan pola makan selama dua dekade, hasilnya menegaskan pentingnya pola makan nabati dan utuh dalam pencegahan stroke.
Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: