Sebuah kejadian menarik terjadi ketika seorang perempuan mengaku mengalami serangan kecemasan saat mendengar lagu tertentu di tempat umum.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Fenomena ini mencerminkan bahwa musik dapat menjadi pemicu trauma emosional, menunjukkan kompleksitas interaksi antara sebagian orang, musik, dan kesehatan mental.
Mengapa Musik Dapat Memicu Kecemasan?
Musik memiliki kekuatan untuk memicu kecemasan karena otak menyimpan memori tidak hanya sebagai informasi, tetapi juga berupa emosi dan sensasi.
Amigdala, bagian otak yang responsif terhadap ancaman, dapat bereaksi cepat saat mendengar musik tertentu yang mirip dengan pengalaman traumatis sebelumnya.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Peran Lingkungan dalam Trauma
Lingkungan sekitar berpengaruh besar terhadap proses pemulihan dari trauma. Respons dari keluarga dan teman dapat menentukan apakah seseorang merasa aman atau justru semakin tertekan.
Kurangnya dukungan emosional bisa memperburuk kondisi seorang penyintas trauma, yang sering disebut sebagai secondary trauma.
Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional?
Tidak semua serangan kecemasan yang dipicu oleh musik memerlukan intervensi medis, tetapi ada indikasi penting yang menandakan perlunya dukungan profesional.
Gejala yang berulang atau semakin parah hingga mengganggu aktivitas sehari-hari sebaiknya ditanggapi serius sebagai tanda seseorang perlu bantuan.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat Bergabung dengan Lille, Klub Bintang Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: