Rabu, 04 FEBRUARI 2026 • 15:15 WIB

Perubahan Biologis Tubuh Saat Berpuasa Menurut Sains

Author

Perubahan Biologis Tubuh Saat Berpuasa Menurut Sains

Berpuasa lebih dari sekadar sekadar menahan lapar dan dahaga, tapi juga mengubah biologis tubuh secara signifikan. Proses ini menyimpan banyak informasi menarik dari perspektif sains yang patut untuk dikaji lebih dalam.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Metabolisme dan Energi Selama Puasa

Saat berpuasa, tubuh mulai menggunakan cadangan glukosa yang tersimpan dalam bentuk glikogen. Proses ini dapat mulai terjadi setelah beberapa jam tidak mengonsumsi makanan.

Setelah cadangan glikogen menipis, tubuh beralih ke pembakaran lemak sebagai sumber energi. Proses ini, yang dikenal sebagai ketosis, mengubah lemak menjadi asam lemak dan keton untuk memenuhi kebutuhan energi otak dan organ lainnya.

Kondisi ini menjelaskan mengapa banyak orang merasa lebih fokus dan memiliki energi tambahan saat berpuasa. Keton ternyata dapat meningkatkan fungsi otak lebih baik daripada glukosa.

Sistem Imun dan Efek Detoksifikasi

Puasa berkontribusi pada kesehatan sistem imun dengan meningkatkan produksi sel-sel kekebalan alami yang membantu tubuh melawan infeksi. Ini adalah waktu bagi tubuh untuk lebih fokus pada proses detoksifikasi.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens

Selama periode tanpa makanan, tubuh bekerja untuk menghilangkan racun yang terakumulasi, mendukung kesehatan jangka panjang, serta meningkatkan daya tahan tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat mengurangi risiko penyakit kronis, seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Manfaat Psikologis dari Berpuasa

Selain manfaat fisik, puasa juga memberikan efek positif pada kesehatan mental. Banyak orang melaporkan peningkatan konsentrasi dan ketenangan berpikir saat berpuasa.

Puasa mendorong refleksi dan aspek spiritual, memberi rasa ketenangan di tengah kesibukan. Moodjadi lebih stabil dan tingkat stres dapat berkurang.

Momen ini juga dapat berfungsi sebagai kesempatan untuk rehat dari rutinitas dan fokus pada hal-hal yang lebih penting dalam hidup.

Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor dengan Transfer Alexander Isak

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU