Minggu, 01 FEBRUARI 2026 • 21:50 WIB

Risiko Kesehatan Akibat Tidur yang Tidak Cukup

Author

Risiko Kesehatan Akibat Tidur yang Tidak Cukup

Kurang tidur bukanlah hal sepele yang bisa diabaikan. Banyak penelitian menunjukkan bahwa kurang tidur dapat berdampak serius pada kesehatan jangka panjang.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Tidur berkualitas adalah hal penting yang seringkali diremehkan. Kualitas tidur yang buruk dapat memicu berbagai masalah kesehatan yang berbahaya.

Dampak Fisik dari Tidur yang Tidak Cukup

Salah satu dampak fisik yang paling terlihat dari kurang tidur adalah penurunan sistem kekebalan tubuh. Ketika tidur tidak cukup, tubuh tidak dapat memproduksi cukup protein yang disebut sitokin, yang penting untuk memerangi infeksi.

Selain itu, kurang tidur juga meningkatkan risiko penyakit jantung. Menurut sebuah penelitian, kurang tidur berkaitan erat dengan tekanan darah tinggi dan masalah kardiovaskular lainnya.

Berat badan juga dapat dipengaruhi oleh kurang tidur. Ketika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup, hormon yang mengatur rasa lapar seperti ghrelin dan leptin terganggu, yang dapat menyebabkan peningkatan selera makan dan obesitas.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Dampak Mental dan Emosional

Kurang tidur tidak hanya mempengaruhi tubuh, tetapi juga kesehatan mental. Banyak orang yang mengalami stres, kecemasan, dan depresi lebih rentan terhadap masalah tidur.

Sebuah studi menunjukkan bahwa kurang tidur dapat mengganggu konsentrasi dan kemampuan pengambilan keputusan. Hal ini sering mengakibatkan produktivitas yang menurun di tempat kerja dan sekolah.

Siklus buruk ini bisa berlanjut, di mana ketidakmampuan untuk berkonsentrasi menyebabkan stres lebih lanjut, yang selanjutnya mengganggu tidur yang berkualitas.

Solusi dan Pencegahan

Menerapkan rutinitas tidur yang baik adalah langkah pertama untuk mencegah dampak negatif kurang tidur. Hal ini termasuk pergi ke tempat tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, bahkan pada akhir pekan.

Menghindari penggunaan perangkat elektronik sebelum tidur juga sangat penting. Cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu produksi melatonin, hormon yang mengatur tidur.

Terakhir, cobalah untuk melakukan aktivitas santai sebelum tidur, seperti membaca buku atau meditasi, untuk membantu pikiran lebih tenang dan siap untuk tidur.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU