Senin, 05 JANUARI 2026 • 12:37 WIB

Mengungkap Hubungan Antara Flu dan Brain Fog

Author

Mengungkap Hubungan Antara Flu dan Brain Fog

Flu bukan hanya menjadikan tubuh lemah dengan batuk dan pilek, tetapi juga dapat berpengaruh pada keadaan mental seseorang. Salah satu efek yang kerap diabaikan adalah fenomena yang dikenal sebagai 'brain fog'.

Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos

Kondisi ini menyebabkan kesulitan untuk berkonsentrasi dan kebingungan, seringnya terjadi setelah seseorang terinfeksi flu. Namun, banyak yang belum memahami penyebab di balik fenomena ini.

Apa Itu Brain Fog?

Brain fog adalah istilah yang merujuk pada kondisi mental di mana seseorang merasa tidak fokus dan kesulitan untuk berpikir jelas. Meskipun bukan kondisi medis resmi, banyak orang melaporkan mengalaminya, terutama setelah sakit.

Seseorang yang mengalami brain fog biasanya akan sulit untuk berfokus, lupa akan hal-hal kecil, dan merasa lelah untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Kondisi ini bukan hanya ketidaknyamanan ringan, tetapi bisa mengganggu kualitas hidup.

Baca juga: Penangkapan ‘Profesor R’ Terkait Demo Ricuh di Jakarta

Dampak Influenza di Otak

Ketika virus flu menginfeksi tubuh, sistem imun akan berupaya keras melawan virus tersebut. Namun, respon imun ini dapat mempengaruhi fungsi otak, serta mengganggu penciptaan neurotransmitter yang sangat penting untuk berpikir dengan baik.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa infeksi virus dapat menyebabkan peradangan di otak. Peradangan ini berpotensi memengaruhi sinyal yang diproduksi oleh neuron, sehingga berkontribusi pada gejala brain fog yang dialami.

Faktor Tambahan yang Memperburuk Brain Fog

Selain peradangan, terdapat faktor lain yang dapat memperburuk kondisi ini setelah flu, seperti kurang tidur, dehidrasi, dan stres. Ketika tubuh lelah, kemampuan kognitif seseorang juga ikut terpengaruh dan dapat memperburuk kondisi mental.

Pola makan yang tidak teratur dan kekurangan nutrisi saat sakit juga menjadi penyebab yang signifikan. Nutrisi yang tepat sangat diperlukan untuk mendukung kesehatan otak, dan saat seseorang mengalami sakit, sering kali pola makan mereka terganggu.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU