Minggu, 28 DESEMBER 2025 • 20:35 WIB

Mengapa Scrolling Media Sosial Menjadi Rutinitas yang Sulit Dihentikan?

Author

Mengapa Scrolling Media Sosial Menjadi Rutinitas yang Sulit Dihentikan?

Scrolling di media sosial telah menjadi kebiasaan yang tak terpisahkan dalam kehidupan sehari-hari banyak orang. Meskipun sering kali merasa lelah, banyak yang tetap merasa sulit untuk berhenti.

Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Ada sejumlah faktor psikologis dan sosial yang mempengaruhi kebiasaan ini, menjadikan kita terjebak dalam dunia digital yang seolah tak berujung.

Ketergantungan Sosial

Salah satu alasan utama mengapa scrolling terus berlanjut adalah ketergantungan sosial. Sebagai makhluk sosial, keinginan untuk terhubung dengan orang lain menggerakkan kita untuk terus berinteraksi di platform ini.

Aplikasi media sosial memberikan interaksi melalui komentar, likes, dan sharing yang menimbulkan respons emosional. Interaksi ini bisa memberikan rasa bahagia atau memberikan rasa diperhatikan, meskipun kita sering merasa kesepian di dunia nyata.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa

Dopamin dan Penguatan Positif

Kesehatan mental kita erat kaitannya dengan produksi zat kimia di otak, yaitu dopamin. Setiap notifikasi atau komentar yang kita terima dapat memicu pelepasan dopamin, yang memberikan efek perasaan senang.

Proses ini mirip dengan pengalaman para pecandu yang selalu mencari kembali sensasi 'high'. Meskipun kita menyadari dampak negatif dari scrolling berlebihan, dorongan untuk mendapat 'high' yang sama terus menarik kita kembali.

Desain yang Menarik dan Tak Berujung

Media sosial dirancang dengan fitur yang membuat kita betah berlama-lama, seperti auto-scroll dan feed yang dipersonalisasi. Ketika kita menemukan konten yang menarik, kita cenderung melanjutkan untuk melihat lebih banyak.

Desain ini bukan kebetulan; perusahaan teknologi menginvestasikan banyak sumber daya untuk mengembangkan pengalaman pengguna yang membuat kita terus terikat dan menghabiskan lebih banyak waktu di platform yang mereka sediakan.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Korban di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author
TERPOPULER
BERITA TERBARU