Patung macan putih di Desa Balongjeruk, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, telah mencuri perhatian publik di media sosial karena bentuknya yang dinilai mirip zebra dan kuda nil.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Kedatangan pengunjung dari berbagai daerah, termasuk Surabaya, semakin memperkuat daya tarik patung ini di mata masyarakat.
Popularitas Patung di Media Sosial
Keberadaan patung macan putih yang viral ini telah menarik ribuan pengunjung yang ingin mengabadikan momen di depan patung tersebut. Cerita mengenai patung ini tidak hanya terbatas di kalangan penduduk lokal, namun juga menjangkau berbagai daerah berkat keunikan bentuknya.
Banyak yang mengekspresikan kekaguman dan keheranan mereka melalui berbagai platform media sosial. Fenomena ini menandakan bahwa patung menjadi simbol baru yang menarik perhatian masyarakat, bahkan menjadi bahan percakapan hangat di dunia maya.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Perjalanan Menuju Desa Balongjeruk
Salah satu pengunjung, Feracrus, mengungkapkan pengalaman perjalanannya yang menempuh jarak sekitar tiga setengah jam menggunakan sepeda motor hanya untuk melihat patung ini secara langsung. 'Sengaja datang kepengen lihat patung macan putih viral,' tuturnya, menandakan tingginya antusiasme publik untuk melihat objek wisata baru ini.
Perjalanan yang ditempuh menunjukkan bahwa keberadaan patung ini memang membawa daya tarik tersendiri. Momen seperti ini tidak hanya mengundang rasa penasaran, tetapi juga membangun rasa kebersamaan bagi para pengunjung yang tidak segan-segan melakukan perjalanan jauh.
Tanggapan Kepala Desa Balongjeruk
Kepala Desa Balongjeruk, Safi'i, menjabarkan bahwa patung macan putih dibangun sebagai ikon desa, terinspirasi oleh legenda lokal yang menyatakan macan putih sebagai penjaga desa. Ini menjadikan patung bukan sekadar hiasan, tetapi juga representasi budaya yang dalam.
Meskipun banyak komentar beragam terhadap bentuknya, Safi'i memilih untuk fokus pada aspek positif dari popularitas patung ini. Ia berharap perhatian publik dapat menjadi titik evaluasi untuk pengembangan pariwisata desa ke depan, sehingga dapat memberikan manfaat lebih bagi masyarakat sekitar.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: