Makan snack sepertinya sudah menjadi bagian dari rutinitas harian kita. Berbagai alasan mulai dari rasa lapar hingga keinginan untuk menikmati sesuatu yang renyah seringkali menjadi pemicu kita untuk ngemil.
Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam
Namun, pernahkah terlintas dalam pikiran kenapa sulit sekali untuk berhenti? Penelitian terbaru mengungkap beberapa faktor yang membuat kita susah menahan godaan untuk ngemil.
Mengapa Snack Begitu Menarik?
Snack sering kali dipenuhi dengan kombinasi rasa yang menggugah selera. Makanan seperti keripik, cokelat, dan permen dirancang untuk memicu rasa kenyang akibat kandungan gula dan lemaknya yang tinggi.
Ketika kita mengonsumsi makanan ini, otak kita merespon dengan melepaskan dopamine, hormon yang membuat kita merasa senang. Akibatnya, kita merasa terdorong untuk terus makan dan mendapatkan lebih banyak 'penghargaan' dari makanan tersebut.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Pengaruh Lingkungan dan Kebiasaan
Lingkungan sekitar kita juga berperan besar dalam kebiasaan makan. Jika banyak snack tersedia di rumah atau saat berkumpul dengan teman, kita cenderung terpicu untuk menyantapnya.
Kebiasaan ini sering kali terbangun dari aktivitas sosial. Misalnya, menonton film sambil ngemil adalah kebiasaan yang sudah mendarah daging bagi banyak orang.
Dampak Psikologis dan Emosional
Banyak orang menggunakan snack sebagai cara untuk mengatasi stres atau emosi negatif. Makanan, terutama yang manis atau berlemak, bisa dijadikan pelarian dari perasaan tidak nyaman.
Menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal kesehatan, saat kita merasa cemas atau sedih, makanan dapat memberi kenyamanan yang sementara, namun hal ini justru memperburuk kebiasaan makan kita.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: