Pegal setelah duduk dalam waktu lama menjadi keluhan umum di kalangan pekerja kantoran dan mahasiswa. Fenomena ini dapat menurunkan produktivitas individu yang mengalaminya.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Jadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap rasa pegal ini. Mari kita eksplorasi lebih dalam mengenai penyebab dan dampaknya.
Tekanan Pada Otot dan Persendian
Duduk dalam waktu lama memberikan tekanan berlebihan pada otot, terutama di bagian punggung dan pinggul. Ini dapat menyebabkan ketegangan yang mengakibatkan rasa sakit.
Posisi duduk yang tidak tepat, seperti membungkuk, dapat menciptakan ketidakseimbangan pada struktur tubuh. Ketidakseimbangan ini sering kali memperburuk kondisi otot dan sendi, sehingga meningkatkan kemungkinan timbulnya rasa pegal.
Baca juga: Penembakan Staf KBRI di Lima, Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Kurangnya Sirkulasi Darah
Duduk terlalu lama dapat menghambat aliran darah dalam tubuh. Aliran darah yang buruk menyebabkan otot-otot kehilangan pasokan oksigen yang penting.
Ketika otot-otot kekurangan oksigen, kelelahan dapat terjadi, yang pada akhirnya menghasilkan rasa pegal. Oleh karena itu, disarankan untuk sesekali melakukan peregangan atau berdiri agar sirkulasi darah tetap lancar.
Dampak Psikologis dan Stres
Stres bisa menjadi faktor signifikan dalam menyebabkan pegal setelah duduk lama. Ketika seseorang berada dalam keadaan tertekan, tubuh secara tidak sadar dapat mengalami kontraksi otot.
Kontraksi ini biasanya terjadi di area seperti leher dan bahu, yang berkontribusi terhadap rasa ketegangan. Mengatur pola pikir dan menerapkan teknik relaksasi bisa membantu meredakan efek ini.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: