Menunda pekerjaan sering dianggap sebagai tanda kemalasan, namun ada alasan yang lebih mendalam di balik kebiasaan ini.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Stres dan beban mental yang berlebihan dapat membuat seseorang merasa terjebak dalam suatu tugas, mengakibatkan dampak negatif pada produktivitas dan kesehatan mental.
Mengapa Kita Menunda?
Penundaan tugas sering terjadi ketika seseorang merasa kewalahan dengan banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan.
Rasa cemas dan kelelahan mental bisa menyebabkan seseorang memilih untuk menunda daripada menghadapi tugas tersebut.
Berdasarkan penelitian, ketika individu merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi, baik dari diri sendiri maupun orang lain, mereka sering kali mengambil langkah mundur.
Ini adalah sebuah mekanisme pertahanan yang aneh tetapi sering muncul dalam situasi dengan beban kerja yang padat.
Dampak Penundaan terhadap Kesehatan Mental
Menunda pekerjaan tidak hanya berpengaruh pada produktivitas tetapi juga dapat menyebabkan masalah kesehatan mental.
Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025
Rasa bersalah dan stres akibat ketidakmampuan untuk menyelesaikan tugas sering kali memperburuk kondisi mental seseorang.
Banyak yang mengalami siklus negatif: semakin sering menunda, semakin besar stres yang dirasakan.
Hal ini dapat menurunkan kepercayaan diri dan menciptakan siklus yang sulit dipecahkan.
Strategi Mengatasi Penundaan
Mengatasi penundaan penting untuk diidentifikasi pemicu psikologis yang mendasarinya.
Mengatur waktu dan membagi tugas menjadi langkah-langkah kecil dapat membantu mengurangi beban mental.
Teknik manajemen stres seperti meditasi dan olahraga bisa membantu individu yang merasa overwhelmed.
Dengan cara ini, seseorang dapat lebih mudah untuk kembali fokus pada tugas yang harus diselesaikan.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: