Permainan tradisional Indonesia saat ini menghadapi ancaman kepunahan yang serius. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap fenomena ini sering terabaikan dalam diskusi publik.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Melalui artikel ini, akan diuraikan beberapa faktor utama yang menyebabkan permainan tradisional semakin terpinggirkan. Pemahaman mendalam tentang isu ini penting untuk menjaga warisan budaya bangsa.
Perubahan Gaya Hidup dan Teknologi
Perkembangan teknologi telah mengubah cara masyarakat bersantai dan bermain. Anak-anak kini lebih tertarik pada perangkat digital daripada permainan tradisional yang memerlukan interaksi sosial.
Hal ini berimplikasi terhadap keengganan untuk mempelajari dan melestarikan permainan tradisional. Dalam survei terbaru, 70% anak-anak menyatakan bahwa mereka lebih suka bermain video game dibandingkan dengan permainan yang pernah dimainkan oleh orang tua mereka.
Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Kurangnya Pendidikan dan Sosialisasi
Pendidikan tentang permainan tradisional jarang diintegrasikan dalam kurikulum sekolah di Indonesia. Akibatnya, generasi muda tidak mendapatkan kesempatan untuk mengenal dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tersebut.
Sebagaimana dikatakan oleh pakar pendidikan budaya, 'Tanpa adanya pendidikan yang memadai, generasi muda akan kehilangan identitas budayanya.' Hal ini semakin memperlemah keberadaan permainan tradisional di kalangan anak-anak.
Komersialisasi dan Globalisasi
Komersialisasi permainan modern dan pengaruh budaya asing berperan signifikan dalam meminggirkan permainan tradisional. Banyak permainan baru yang muncul dan secara agresif dipromosikan melalui media, menarik perhatian anak-anak dengan tampilan yang lebih menarik.
Seorang budayawan menyatakan, 'Dalam konteks globalisasi, sangat penting untuk menjaga keberagaman budaya kita.' Ini menunjukkan bahwa permainan tradisional perlu dilestarikan agar tidak tenggelam oleh arus modernisasi.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: