Media sosial telah menjadi platform yang signifikan dalam membentuk citra tubuh, terutama di kalangan individu yang terlibat dalam aktivitas fitness. Banyak pengguna merasa tertekan untuk mencapai standar kecantikan dan kebugaran yang sering kali tidak realistis.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China dalam Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Tekanan ini bisa berkontribusi pada masalah kesehatan mental, seperti kecemasan dan depresi. Fenomena ini semakin umum seiring meningkatnya penggunaan media sosial di Indonesia.
Peran Media Sosial dalam Membentuk Citra Tubuh
Media sosial berfungsi sebagai ajang promosi bagi banyak influencer fitness yang menyebarkan konten gaya hidup sehat dan bentuk fisik ideal. Konten visual yang mereka tampilkan sering kali tanpa menyertakan konteks mendalam tentang proses yang dijalani.
Banyak pengguna merasa bahwa mereka harus memenuhi ekspektasi yang ditetapkan oleh gambar yang mereka lihat di platform seperti Instagram dan TikTok. Ini menciptakan tekanan untuk menyesuaikan diri dengan citra yang dianggap menarik oleh masyarakat luas.
Studi menunjukkan bahwa paparan terhadap gambar ideal dapat meningkatkan perasaan ketidakpuasan terhadap tubuh. Penggunaan media sosial pun menjadi pedang bermata dua, di mana ia bisa memotivasi dan merusak kepercayaan diri individu.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens
Dampak Negatif terhadap Kesehatan Mental
Penelitian mengindikasikan bahwa individu yang lebih sering menggunakan media sosial cenderung mengalami peningkatan gejala kecemasan dan depresi. Rasa tidak puas terhadap penampilan fisik dapat memicu perilaku makan yang tidak sehat atau program fitness yang ekstrem.
Organisasi kesehatan, seperti WHO, menekankan pentingnya menjaga keseimbangan penggunaan media sosial untuk menghindari dampak negatif. Narasi yang kurang realistis dapat keliru dipahami, terutama oleh generasi muda.
Dalam beberapa kasus, terdapat individu yang merasa perlu melakukan tindakan ekstrem untuk mencapai kondisi fisik yang ditampilkan. Ini dapat berujung pada potensi gangguan makan serta masalah kesehatan lainnya.
Langkah untuk Mengurangi Tekanan dari Media Sosial
Salah satu langkah yang dapat diambil untuk mengurangi tekanan akibat media sosial adalah dengan mengikuti konten yang lebih positif dan mendukung. Ini termasuk memilih akun yang mempromosikan keberagaman bentuk tubuh dan kesehatan mental.
Penting juga untuk meningkatkan kesadaran akan realitas di balik foto-foto yang diunggah. Banyak influencer menggunakan pengeditan foto yang menciptakan ilusi tubuh sempurna.
Mengatur waktu penggunaan media sosial juga dapat mengurangi dampak negatif. Hal ini memungkinkan individu menciptakan ruang bagi aktivitas lain yang lebih positif dan produktif.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: