Bekerja dari rumah memang menawarkan kebebasan yang menyenangkan, tetapi seiring waktu, banyak orang merasakan kelelahan akibat kurangnya interaksi sosial.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Tren kerja remote ini semakin populer, namun tidak lepas dari berbagai tantangan yang dapat mempengaruhi kesehatan mental para pekerja.
Kelebihan Remote Work di Awal
Saat pertama kali memulai remote work, banyak orang merasakan kebebasan yang tiada tara. Tidak perlu berdesakan di angkutan umum dan bisa bekerja dalam suasana yang nyaman.
Fleksibilitas dalam mengatur jadwal juga menjadi salah satu faktor pendukung. Banyak yang merasa dapat meningkatkan produktivitasnya dengan leluasa dalam memilih waktu kerja.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum
Tantangan yang Muncul Seiring Waktu
Meskipun awalnya menyenangkan, banyak pekerja mulai merasakan dampak dari isolasi sosial. Ketidakhadiran rekan kerja di sekitar bisa membuat merasa sendirian dan kurang termotivasi.
Berdasarkan survei terbaru, 65% pekerja remote mengaku merasa lebih tertekan karena tidak ada interaksi langsung. Hal ini tentunya mempengaruhi kesehatan mental mereka.
Mengatasi Kelelahan dalam Remote Work
Adalah penting untuk memperhatikan keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Mengatur waktu istirahat yang cukup dapat membantu mengurangi rasa kelelahan.
Selain itu, mencoba untuk tetap terhubung dengan rekan kerja melalui video call atau chat dapat meringankan rasa kesepian. Kebersamaan secara virtual pun bisa menciptakan ikatan meskipun dari jarak jauh.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: