Tidur yang berkualitas sangat penting untuk kesehatan, namun banyak orang terbangun dengan kelelahan meski sudah tidur semalaman.
Baca juga: Hasil Imbang Memuaskan: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos
Salah satu penyebab yang mungkin diabaikan adalah Sleep Apnea, yang mengganggu kenyamanan tidur dan dapat menimbulkan masalah kesehatan lebih serius.
Gejala dan Tanda Bahaya Sleep Apnea
Gejala utama dari Sleep Apnea meliputi terbangun dengan rasa lelah meskipun sudah tidur cukup panjang. Banyak yang tidak menyadari bahwa ini adalah tanda bahwa kualitas tidur mereka terganggu.
Cody Allen, direktur operasional dari Ontario Sleep Care, menjelaskan, "Yang paling umum adalah mendengkur. Ketika orang mulai mendengkur, itu semacam tanda bahaya." Meskipun tidak semua orang yang mendengkur menderita Sleep Apnea, mendengkur tetap menjadi indikator yang umum.
Di samping mendengkur, seseorang yang menderita Sleep Apnea juga mungkin mengalami kesulitan berkonsentrasi di siang hari. Allen menambahkan, "Jika Anda terus-menerus lelah dan tidak dapat bekerja sepanjang hari tanpa minum 10 cangkir kopi, itu adalah tanda bahaya."
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Faktor Risiko dan Komplikasi Sleep Apnea
Sleep Apnea cenderung lebih umum di antara pria dibandingkan wanita, khususnya pada individu paruh baya dan lanjut usia serta mereka yang mengalami obesitas. Kebiasaan seperti kelebihan berat badan, merokok, dan konsumsi alkohol turut meningkatkan risiko terkena gangguan ini.
Kondisi ini dapat menyebabkan masalah serius seperti hipertensi, sindrom metabolik, dan peningkatan berat badan yang dapat memengaruhi kesehatan secara keseluruhan. Penderita juga sering mengalami kelelahan yang berlebihan, yang dapat berdampak negatif pada kualitas hidup.
Berdasarkan berbagai studi, Sleep Apnea berhubungan dengan peningkatan risiko stroke dan masalah kardiovaskular. Ini memperkuat pentingnya pengawasan dan penanganan yang tepat untuk mencegah konsekuensi kesehatan yang serius.
Metode Penanganan Sleep Apnea
Pengobatan yang umum digunakan untuk Sleep Apnea adalah alat CPAP (Continuous Positive Airway Pressure). Allen menjelaskan, "Alat ini mungkin terasa aneh pada awalnya, di mana Anda harus tidur dengan selang yang terpasang." Meski tampak tidak nyaman, alat ini dikenal dapat meningkatkan kualitas tidur dengan signifikan.
Perkembangan teknologi turut memengaruhi desain mesin CPAP. Allen menjelaskan, "Dulu terlihat seperti generator kecil, sekarang terlihat seperti laptop atau iPad. Ukurannya sangat kecil, sangat senyap." Inovasi ini dirancang agar pengguna merasa lebih nyaman saat tidur.
Masker yang digunakan juga mengalami banyak perubahan, menjadi lebih ringan dan tidak mengganggu. Allen menekankan, "Kini jauh lebih mudah bagi orang-orang untuk merasa nyaman mengenakan masker di wajah mereka di malam hari," yang menunjukkan keberhasilan dalam pengelolaan Sleep Apnea.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: