Skin purging kini menjadi topik yang semakin banyak dibicarakan seiring dengan meningkatnya penggunaan produk perawatan kulit baru. Proses ini ditandai dengan munculnya jerawat sementara dan iritasi, yang sebenarnya menandakan reaksi kulit terhadap produk yang digunakan.
Baca juga: Pertemuan Pimpinan DPR dengan Mahasiswa: Suara dan Tuntutan yang Harus Didengar
Meskipun bisa menimbulkan kekhawatiran, penting untuk memahami skin purging agar kita bisa mengelola kesehatan kulit dengan lebih baik. Dengan pengetahuan yang tepat, kita bisa mengetahui kapan harus bertahan atau berhenti menggunakan produk tertentu.
Apa itu Skin Purging?
Skin purging adalah fase di mana kulit mengalami peningkatan jerawat dan komedo setelah menggunakan produk baru, terutama yang mengandung eksfoliator atau retinoid. Proses ini disebabkan oleh percepatan siklus pergantian sel kulit, yang membantu mengeluarkan kotoran yang terperangkap di pori-pori.
Durasi skin purging biasanya berlangsung sekitar 4 hingga 6 minggu. Banyak pengguna melaporkan perbaikan kulit setelah fase ini berakhir, dengan penurunan minyak dan jerawat yang signifikan.
Dr. Joshua Zeichner, seorang dermatologis terkemuka, menyatakan, “Skin purging adalah respons normal dari kulit terhadap beberapa topikal aktif, terutama yang berfungsi untuk meningkatkan pergantian sel.” Perkataan ini menegaskan pentingnya mengenali purging dalam proses perawatan kulit.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Penyebab Skin Purging
Penyebab skin purging umumnya terkait dengan penggunaan produk yang mengandung bahan aktif. Bahan seperti asam salisilat, retinoid, dan asam glikolat bekerja untuk mempercepat pengelupasan sel-sel kulit mati yang terperangkap dalam kantong minyak.
Penggunaan produk yang tidak sesuai dengan jenis kulit juga dapat memperparah keadaan. Contohnya, pengguna dengan kulit sensitif yang menggunakan produk keras dapat mengalami skin purging yang lebih parah.
Perubahan hormonal juga mempengaruhi kondisi kulit dan dapat memicu purging. Hal ini sering terjadi pada remaja atau wanita hamil yang mengalami fluktuasi hormonal yang mempengaruhi tampilan kulit, tanpa pengaruh dari produk baru.
Cara Menghadapi Skin Purging
Menghadapi skin purging memerlukan kesabaran dan pendekatan yang bijaksana. Sangat penting untuk tetap tenang dan tidak terburu-buru mengganti produk, kecuali jika iritasi semakin parah.
Saran dari para ahli adalah untuk tetap menjalani rutinitas pembersihan yang lembut. Menggunakan pembersih ringan dan produk pelembap yang aman dapat membantu meringankan gejala dan mempercepat proses pemulihan kulit.
Sangat disarankan untuk tidak memencet jerawat atau komedo yang muncul, karena ini dapat meningkatkan risiko infeksi dan peradangan. Jika purging tidak menunjukkan perbaikan setelah 6 minggu, penting untuk berkonsultasi dengan dermatologis untuk evaluasi lebih lanjut.
Baca juga: Kenaikan Pangkat Luar Biasa untuk Polisi yang Terluka dalam Demonstrasi
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: