Amandel bengkak adalah masalah umum yang sering dialami banyak orang, terutama anak-anak, dan bisa sangat menyakitkan saat menelan. Artikel ini membahas gejala, penyebab, dan indikasi kapan tindakan operasi amandel sebaiknya dilakukan.
Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025
Mengenal Amandel dan Fungsinya
Amandel adalah sepasang kelenjar di tenggorokan yang berfungsi melawan infeksi. Mereka membantu tubuh mengenali dan memerangi virus serta bakteri.
Ketika terpapar infeksi, amandel dapat membengkak sebagai respons imun. Proses ini dapat menyebabkan rasa sakit dan kesulitan menelan.
Baca juga: Adrian Wibowo: Pemain Indonesia-Amerika Pertama di Major League Soccer
Gejala Amandel Bengkak
Ada beberapa gejala yang muncul saat amandel bengkak, seperti sakit tenggorokan yang parah, kesulitan menelan, dan suara serak. Kadang-kadang, pembengkakan juga diikuti dengan demam atau nyeri telinga.
Jika gejala ini berlangsung lebih dari beberapa hari atau disertai kesulitan bernapas, segera konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Kapan Harus Dioperasi?
Operasi amandel, atau tonsilektomi, biasanya direkomendasikan jika seseorang mengalami infeksi amandel berulang. Jika frekuensi infeksi mencapai lima hingga tujuh kali dalam setahun, ini adalah indikasi untuk mempertimbangkan operasi.
Selain itu, jika amandel menyebabkan kesulitan bernapas, terutama saat tidur, tindakan operasi juga bisa menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, dokter akan melakukan evaluasi mendalam sebelum merekomendasikannya.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: