Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk melibatkan sektor swasta dalam program BBM campuran etanol 10% atau E10 yang ditargetkan berlaku dalam dua hingga tiga tahun mendatang.
Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari
Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menekankan bahwa peran swasta sangat vital dalam penyediaan pasokan etanol untuk mendukung implementasi program ini.
Rencana Implementasi BBM Campuran E10
Implementasi program BBM campuran E10 merupakan langkah strategis dari Kementerian ESDM untuk mendukung keberlanjutan energi di Indonesia. Program ini menargetkan pasokan etanol sebesar 10% untuk dicampurkan dengan bahan bakar minyak.
Yuliot Tanjung menyatakan, 'Untuk ketersediaan tentu nanti melibatkan swasta. Contoh, untuk pelaksanaan kegiatan, ini kan keterlibatan swasta sangat tinggi.' Keterlibatan ini mirip dengan program B40 yang juga melibatkan sektor swasta dalam penyediaan bahan baku.
Keputusan untuk menjual BBM campuran E10 di SPBU swasta, sesuai pernyataan Yuliot, akan sepenuhnya diserahkan kepada pihak SPBU. 'Apakah mereka akan melaksanakan E10, atau lebih dari 10 persen, ya silakan saja,' ujarnya.
Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri
Kembangkan Peta Jalan Implementasi E10
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa peta jalan untuk implementasi E10 sedang disusun setelah mendapatkan persetujuan dari Presiden Prabowo Subianto. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mempercepat transisi ke energi terbarukan.
'Kalau itu, kita kan baru ratas (rapat terbatas). Setelah ratas baru kita membuat peta jalannya. Peta jalannya lagi dibuat ya,' jelas Bahlil.
Terkait bahan baku yang digunakan, Kementerian ESDM kini sedang membangun pabrik etanol dengan berbahan baku tebu dan singkong. Proyek pembangunan pabrik etanol berbahan baku tebu terletak di daerah Merauke.
Inovasi dalam Penyediaan Energi Terbarukan
Keterlibatan swasta dalam penyediaan etanol diharapkan dapat mempercepat proses inovasi dan efisiensi dalam pengadaan energi terbarukan. Hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi berbasis biofuel.
Selain menghasilkan etanol dari tebu, langkah lain yang akan diambil adalah pemetaan wilayah untuk produksi etanol dari singkong. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan keanekaragaman dalam bahan baku etanol nasional.
Pembangunan infrastruktur yang memadai juga akan menjadi kunci keberhasilan dari program ini, diiringi dengan dukungan dari berbagai pemangku kepentingan di industri energi.
Baca juga: Kota-Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: