Jumat, 26 SEPTEMBER 2025 • 15:11 WIB

Urban Farming: Inisiatif Hijau di Kota-kota Besar Indonesia

Author

Urban Farming: Inisiatif Hijau di Kota-kota Besar Indonesia

Urban farming semakin menjadi pilihan utama bagi masyarakat di kota-kota besar Indonesia. Aktivitas ini menunjukkan kesadaran yang tinggi terhadap ketahanan pangan dan keberlanjutan lingkungan.

Baca juga: Kasus Oknum Brimob Melindas Pengemudi Ojek Online, Jalur Pidana Terancam

Dengan memanfaatkan lahan terbatas, individu dan komunitas kini aktif menanam sayuran dan buah-buahan. Fenomena ini tak hanya memenuhi kebutuhan pangan, tapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang luas.

Definisi dan Manfaat Urban Farming

Urban farming, atau pertanian kota, mengacu pada praktik menanam, mengolah, dan menggunakan hasil pertanian dalam konteks perkotaan. Kegiatan ini dapat dilakukan di lahan terbuka, balkon, atau bahkan di atap gedung.

Salah satu manfaat utama dari urban farming adalah peningkatan ketahanan pangan, yang menyediakan sumber makanan segar serta sehat bagi masyarakat. Selain itu, urban farming turut berkontribusi dalam pengurangan jejak karbon serta peningkatan kualitas udara di area perkotaan.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial

Perkembangan Urban Farming di Indonesia

Di Indonesia, urban farming memperoleh popularitas yang meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring pelaksanaan kesadaran pentingnya makanan organik. Beragam komunitas mulai terbentuk untuk mendukung praktik pertanian ini.

Banyak sekolah dan proyek perumahan kini menerapkan konsep urban farming sebagai bagian dari pendidikan lingkungan. Program pemerintah juga berupaya melengkapi hal ini demi menunjang ketahanan pangan nasional.

Tantangan dan Peluang Urban Farming

Meski banyak keuntungan dari urban farming, praktik ini di Indonesia juga menghadapi sejumlah tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah keterbatasan lahan yang tersedia untuk pertanian.

Di sisi lain, tantangan ini membuka peluang untuk terciptanya inovasi dalam teknologi pertanian serta pengembangan metode pertanian vertikal. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan masyarakat luas diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah ini.

Baca juga: Yaqut Cholil Qoumas Diperiksa KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

Author

Vio

Editor
TERPOPULER
BERITA TERBARU