BREAKING NEWS
|
JUMAT, 05/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 21:26 WIB

Memahami Intoleransi Laktosa dan Solusinya bagi Kesehatan Pencernaan

Author

Memahami Intoleransi Laktosa dan Solusinya bagi Kesehatan PencernaanMemahami Intoleransi Laktosa dan Solusinya bagi Kesehatan Pencernaan

Perut kembung setelah mengonsumsi susu merupakan masalah kesehatan yang umum dialami banyak orang, menimbulkan pertanyaan terkait kemungkinan adanya intoleransi laktosa.

Baca juga: Prabowo Subianto Tetap Berangkat ke China Setelah Batal karena Kerusuhan dalam Negeri

Intoleransi laktosa adalah kondisi ketika tubuh tidak mampu mencerna laktosa, gula yang terdapat dalam susu, yang dapat menyebabkan berbagai gejala yang tidak nyaman.

Pengertian Intoleransi Laktosa

Intoleransi laktosa adalah keadaan di mana tubuh kekurangan enzim laktase, yang berfungsi untuk mencerna laktosa. Ketidakmampuan ini dapat menyebabkan fermentasi selama proses pencernaan, yang mengakibatkan pembentukan gas berlebihan di usus.

Berdasarkan penelitian, prevalensi intoleransi laktosa di Indonesia diperkirakan mencapai 70% dari total populasi, dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Gejala umum yang dialami termasuk kembung, diare, nyeri perut, dan mual setelah mengonsumsi produk susu.

Sebagai bagian dari proses pencernaan, laktosa yang tidak tercerna dapat menimbulkan dampak kesehatan yang cukup serius, sehingga penting untuk memahami kondisi ini lebih dalam.

Baca juga: Pihak Kampus dan Polda Jabar Bantah TNI-Polri Masuk Kampus Saat Kericuhan

Gejala dan Proses Diagnosis

Gejala intoleransi laktosa bervariasi dari yang ringan hingga parah, tergantung pada tingkat toleransi individu terhadap laktosa. Beberapa orang mungkin hanya mengalami sedikit kembung, sementara lainnya dapat mengalami diare hebat.

Diagnosis umumnya dilakukan melalui tes toleransi laktosa dan tes hidrogen nafas. Hasil dari kedua tes ini akan membantu menentukan seberapa besar respons tubuh terhadap laktosa dan mengidentifikasi adanya intoleransi.

Penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan guna mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Ini memastikan bahwa gejala yang dialami tidak disebabkan oleh kondisi medis lain yang lebih serius.

Alternatif Pengelolaan dan Sumber Kalsium

Bagi individu yang mengalami intoleransi laktosa, terdapat berbagai alternatif susu yang bisa dikonsumi, seperti susu almond, susu kedelai, atau susu bebas laktosa yang kini mudah ditemukan di pasaran. Pilihan ini memungkinkan mereka untuk mendapatkan asupan nutrisi tanpa efek samping yang merugikan.

Selain itu, suplemen enzim laktase juga dapat diambil sebelum mengonsumsi produk susu. Suplemen ini membantu mencerna laktosa, sehingga individu dengan intoleransi tetap dapat menikmati produk susu tanpa khawatir akan gejala yang tidak menyenangkan.

Pola makan yang seimbang dan memperhatikan asupan nutrisi juga sangat penting. Meskipun harus menghindari laktosa, terdapat banyak sumber kalsium lainnya, seperti sayuran hijau dan produk kedelai, yang dapat memenuhi kebutuhan gizi.

Baca juga: Apple Siap Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Memahami Intoleransi Laktosa dan Solusinya bagi Kesehatan Pencernaan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!