BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Minggu, 15 FEBRUARI 2026 • 09:46 WIB

Membedah Tren 'Pink Salt Trick': Apakah Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

Membedah Tren Pink Salt Trick : Apakah Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?Membedah Tren 'Pink Salt Trick': Apakah Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

Belakangan ini, minuman lemon campur garam pink atau yang dikenal sebagai 'pink salt trick' menjadi populer di kalangan mereka yang ingin menurunkan berat badan. Namun, para ahli gizi mengingatkan bahwa klaim terkait metode ini belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi WFH untuk ASN, Sarankan Gunakan Transportasi Umum

Dalam tren yang tengah berlangsung ini, masyarakat perlu memahami bahwa manfaat dari minuman tersebut mungkin tidak seajaib yang diperkirakan, terutama terkait efektivitasnya dalam menurunkan berat badan.

Klaim Tanpa Bukti Ilmiah

Ahli gizi Profesor Natalie Allen dari Asosiasi Klinis Ilmu Gizi dan Dietetika Missouri State University menjelaskan bahwa tidak ada bukti kredibel mengenai manfaat pink salt untuk mempercepat metabolisme. Ia menegaskan, "Tidak ada hal ajaib yang terjadi dari minuman ini," sambil menunjukkan bahwa pink salt hanya merupakan sumber natrium yang biasanya sudah dipenuhi oleh banyak orang.

Allen juga menekankan pentingnya konsumsi natrium dalam jumlah tepat untuk kesehatan. Namun, ia memperingatkan bahwa klaim mengenai pink salt yang dapat membakar lemak tidak memiliki dasar yang kuat.

Dengan pernyataannya, Allen memastikan masyarakat tidak terjebak dalam mitos yang dapat membahayakan kesehatan mereka.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Perbandingan dengan Garam Biasa

Pink salt memang memiliki kandungan natrium klorida yang serupa dengan garam dapur, perbedaan mencoloknya terletak pada warna serta kandungan mineral jejak seperti kalium, magnesium, dan zat besi. Namun, seperti yang dijelaskan oleh Dara Ford, Direktur Program Master of Science in Nutrition Education di American University, mineral tambahan ini sangat sedikit dan tidak memberikan manfaat nutrisi yang signifikan.

Ford menambahkan, jika seseorang merasa berat badannya berkurang setelah mengonsumsi campuran ini, kemungkinan besar disebabkan oleh penggantian minuman manis dengan air atau terjadi kehilangan berat air sementara dan bukan penurunan lemak yang nyata.

Penting untuk memahami perbedaan antara efek sementara dan penurunan berat badan yang sehat dan berkelanjutan.

Risiko Kesehatan dari Asupan Natrium Berlebih

Asupan natrium berlebih dari tren ini menjadi perhatian serius, di mana orang dewasa disarankan untuk mengonsumsi sekitar 1.500 mg natrium per hari dan tidak melebihi 2.300 mg. Ford menekankan, peningkatan asupan natrium dapat berimplikasi pada risiko kesehatan seperti hipertensi, stroke, penyakit jantung, dan gangguan ginjal.

Ia menjelaskan bahwa meskipun air lemon yang dicampur pink salt dapat mendukung hidrasi, tidak ada bukti bahwa minuman ini berkontribusi pada penurunan berat badan yang efektif dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, masyarakat harus lebih kritis terhadap tren diet yang beredar, mengingat dampak jangka panjang pada kesehatan.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Membedah Tren 'Pink Salt Trick': Apakah Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!