BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Rabu, 28 JANUARI 2026 • 13:10 WIB

Mengapa Fokus Kita Mudah Terpecah di Era Modern

Mengapa Fokus Kita Mudah Terpecah di Era ModernMengapa Fokus Kita Mudah Terpecah di Era Modern

Banyak orang kini menghadapi tantangan untuk mempertahankan fokus dalam jangka waktu yang lama. Perubahan gaya hidup dan lingkungan berkontribusi besar terhadap fenomena ini.

Baca juga: Menggali Konsep Self Love: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Kehidupan Sehari-hari

Di tengah dunia yang bergerak cepat, otak manusia pada dasarnya memiliki batasan dalam mempertahankan konsentrasi. Berbagai riset menunjukkan bahwa penurunan fokus ini bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor.

Faktor Lingkungan yang Mempengaruhi Fokus

Lingkungan memiliki peran kunci dalam kemampuan seseorang untuk fokus. Suara bising, gangguan visual, dan kondisi cuaca dapat mengganggu tingkat konsentrasi seseorang.

Sebuah studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard menunjukkan bahwa kebisingan dapat mengurangi tingkat fokus seseorang hingga 30%. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan kerja yang tenang dan mendukung bisa meningkatkan konsentrasi.

Di samping itu, penggunaan gadget dan media sosial juga menjadi sumber gangguan utama. Riset membuktikan bahwa mereka yang intens memeriksa ponsel cenderung memiliki waktu fokus yang lebih singkat dan seringkali terpecah.

Baca juga: BEM SI Kerakyatan Batalkan Rencana Demo Karena Kondisi Jakarta Tak Kondusif

Biologi dan Fungsi Otak

Secara biologis, otak manusia memiliki batasan dalam hal perhatian dan memori jangka pendek. Penelitian menunjukkan bahwa daya ingat kerja manusia rata-rata hanya bertahan sekitar 20 menit sebelum pemusatan perhatian mulai memudar.

Neurotransmitter seperti dopamin diketahui memainkan peran penting dalam memfokuskan perhatian, tetapi konsentrasi yang berlebihan dapat menyebabkan kelelahan mental. Hal ini pada gilirannya akan mengurangi kapasitas otak untuk tetap fokus.

Sementara itu, istirahat periodik menjadi hal yang krusial. Para ahli saraf merekomendasikan untuk beristirahat setiap 25-30 menit untuk memberi kesempatan bagi otak untuk kembali segar dan meningkatkan produktivitas.

Psikologi dan Stres

Stres berlebihan merupakan salah satu penghalang utama konsentrasi. Ketika berada dalam kondisi stress, otak cenderung mengalokasikan energi untuk mengatasi tekanan, yang mengurangi kemampuan untuk berkonsentrasi pada tugas lainnya.

Sebuah survei menunjukkan bahwa 70% orang dewasa mengalami kesulitan fokus pada pekerjaan mereka akibat stres. Ini menandakan pentingnya manajemen stres untuk memelihara perhatian.

Teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga terbukti efektif dalam mengurangi stres serta meningkatkan fokus. Metode tersebut membantu otak beradaptasi untuk mempertahankan perhatian lebih lama.

Baca juga: Aliansi BEM SI Siapkan Aksi Unjuk Rasa Besar pada 2 September 2025

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengapa Fokus Kita Mudah Terpecah di Era Modern

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!