Mengenal Ketidakseimbangan Hormon dan Dampaknya bagi Kesehatan
Banyak orang merasa bingung saat merasakan berbagai gejala tubuh yang aneh, ternyata hal ini bisa disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer yang Mengejutkan
Hormon memiliki peran penting dalam banyak fungsi tubuh, dan ketika tidak seimbang, bisa muncul tanda-tanda yang perlu diwaspadai.
Salah satu tanda utama ketidakseimbangan hormon adalah perubahan mood yang ekstrem. Misalnya, seseorang bisa merasakan peningkatan kecemasan, depresi, atau bahkan kemarahan tanpa alasan jelas.
Hal ini seringkali terkait dengan fluktuasi hormon estrogen dan progesteron, terutama pada wanita. Menurut Dr. Sarah Berga, seorang ahli endokrinologi, "Hormon seksual dapat mempengaruhi suasana hati dan emosi seseorang secara signifikan."
Perubahan mood ini dapat mengganggu kualitas hidup dan hubungan sosial seseorang. Memahami penyebabnya dapat membantu individu mencari perawatan yang tepat.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool: Transfer Bombastis Menjelang Penutupan Bursa
Ketidakseimbangan hormon juga dapat menyebabkan perubahan berat badan yang tidak diinginkan. Misalnya, peningkatan berat badan yang tiba-tiba, meskipun pola makan dan aktivitas fisik tidak berubah.
Hormon insulin dan leptin berperan besar dalam mengatur nafsu makan dan metabolisme. Jika keduanya tidak seimbang, seseorang bisa mengalami kesulitan dalam menurunkan berat badan atau malah meningkatkannya.
Sebagai contoh, perubahan hormon ini mungkin terjadi akibat stres atau pola makan yang tidak teratur, yang dapat memperburuk masalah berat badan.
Sulit tidur atau insomnia bukan hanya masalah sepele; ini bisa jadi indikator ketidakseimbangan hormon. Hormon melatonin dan kortisol berperan penting dalam siklus tidur seseorang.
Menurut ahli tidur Dr. David Cunnington, "Ketika kadar kortisol tinggi di malam hari, itu bisa mengganggu tidur yang nyenyak dan memicu masalah kesehatan lainnya."
Masalah tidur ini, jika tidak ditangani, dapat berkontribusi pada berbagai masalah kesehatan lainnya, termasuk gangguan mental dan fisik.
Baca juga: Menggali Peran Finfluencer dalam Meningkatkan Literasi Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: