BREAKING NEWS
|
KAMIS, 04/06/2026
|
FOLLOW US:
Kategori Berita
Selasa, 21 OKTOBER 2025 • 14:39 WIB

Meningkatnya Risiko Osteoporosis pada Pria: Sebuah Tinjauan Penting

Meningkatnya Risiko Osteoporosis pada Pria: Sebuah Tinjauan PentingMeningkatnya Risiko Osteoporosis pada Pria: Sebuah Tinjauan Penting

Osteoporosis sering dianggap sebagai masalah kesehatan yang hanya dialami oleh wanita, padahal pria juga memiliki risiko yang signifikan. Diperkirakan satu dari lima pria berusia di atas 50 tahun akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis sepanjang hidupnya.

Baca juga: Novak Djokovic Kembali Melaju ke Semifinal US Open 2025

Penelitian menunjukkan bahwa pria yang mengalami patah tulang memiliki tingkat kematian lebih tinggi dibandingkan wanita dan berisiko mengalami disabilitas serius. Ini menegaskan pentingnya meningkatkan kesadaran tentang kesehatan tulang di kalangan pria.

Tingkat Risiko Osteoporosis pada Pria

Dr. Cathleen Colon-Emeric, spesialis geriatri, mengungkapkan bahwa pemeriksaan osteoporosis pada pria umumnya jauh lebih rendah dibandingkan wanita. Hanya 2 persen dari 3.000 veteran berusia 65 hingga 85 tahun yang diteliti menunjukkan telah menjalani pemeriksaan kepadatan tulang.

Meskipun 49 persen responden bersedia melakukan pemindaian, hasilnya menunjukkan setengah dari mereka mengalami osteoporosis atau osteopenia. Ini jelas menunjukkan perlunya peningkatan kesadaran di kalangan pria mengenai pemeriksaan kesehatan tulang.

Sebagian besar pria berusia 50 tahun seharusnya menyadari bahwa risiko kematian akibat komplikasi dari patah tulang osteoporosis jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kanker prostat. Dr. Colon-Emeric menegaskan, 'Pria tidak sebaik wanita dalam pemulihan.'

Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Provokasi Massa

Perlunya Skrining dan Penanganan

Organisasi seperti Endocrine Society dan American Society for Bone and Mineral Research merekomendasikan pemeriksaan untuk pria di atas 50 tahun yang memiliki faktor risiko. Meskipun demikian, American College of Physicians masih menganggap bukti yang mendukung skrining pada pria belum memadai.

Dr. Eric Orwoll, ahli endokrinologi, menyatakan bahwa pria yang mengalami patah tulang setelah usia 50 tahun harus melakukan pemindaian tulang. 'Itu salah satu indikator utamanya,' jelasnya.

Penelitian menunjukkan bahwa pengobatan osteoporosis dapat meningkatkan kepadatan tulang pada pria, sama halnya dengan wanita. Namun, banyak studi pada pria dianggap tidak memadai, terutama dalam hal ukuran sampel dan tindak lanjut.

Faktor Risiko dan Perubahan Gaya Hidup

Pria lanjut usia perlu mempertimbangkan berbagai faktor risiko, seperti riwayat keluarga penyakit tulang, resiko jatuh, dan kondisi kesehatan seperti artritis reumatoid serta penyakit Parkinson. Merokok dan konsumsi alkohol berlebihan juga memperbesar risiko osteoporosis.

Dr. Colon-Emeric menambahkan, 'Sejumlah obat juga memengaruhi kepadatan tulang Anda, terutama steroid dan obat kanker prostat.'

Perubahan gaya hidup, seperti berolahraga dan mengonsumsi suplemen kalsium serta vitamin D, diharapkan dapat membantu, meskipun tidak sepenuhnya menghentikan pengeroposan tulang.

Baca juga: Tips Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Meningkatnya Risiko Osteoporosis pada Pria: Sebuah Tinjauan Penting

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!